Widget HTML #1

Desa Trepan adalah desa di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo. Berada di kawasan strategis Babat—pusat transportasi dan ekonomi wilayah barat Lamongan—Desa Trepan memiliki akses dekat ke Stasiun Babat serta jalur utama Lamongan–Jombang. Letak geografis ini menjadikan Trepan berpotensi tinggi dalam mobilitas, aktivitas sosial, dan pengembangan wilayah.

Bangkitkan Minat Baca, Mahasiswa MMD UB Kelompok 56 Hidupkan Kembali Perpustakaan Desa Trepan

Lamongan - Semangat literasi tengah tumbuh di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Melalui program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya, Kelompok 56 hadir membawa serangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan budaya baca sekaligus pengembangan potensi dan identitas desa. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Literasi yang mereka jalankan selama bertugas di desa tersebut.

Hasil Revitalisasi Perpustakaan

Salah satu agenda besar yang digarap kelompok ini adalah revitalisasi Perpustakaan Desa Trepan. Para mahasiswa turut berkontribusi menghias dinding perpustakaan dengan mural bertema ramah anak dan penuh warna. Yang membuat mural ini terasa istimewa, anak-anak SDN Trepan dari kelas 1, 2, dan 3 turut dilibatkan langsung dengan menempelkan cap tangan mereka sebagai bagian dari karya bersama. Harapannya, perpustakaan tidak lagi terkesan kaku, melainkan menjelma menjadi ruang belajar yang hangat dan mengundang rasa penasaran anakanak untuk datang dan membaca. 

"Kami berharap perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang aktif, nyaman, dan mampu menumbuhkan semangat literasi bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak," ungkap Nathan, Ketua MMD UB Kelompok 56. 

Selain menyulap tampilan fisik perpustakaan, mahasiswa juga turun tangan membenahi sisi administrasi dengan melakukan pelabelan pada koleksi buku bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan agar pengelolaan buku menjadi lebih rapi, proses inventarisasi lebih mudah dilacak, dan pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat desa pun ikut membaik. 

Besorsa, Ruang Belajar yang Ditunggu Anak-Anak Setiap Sore

Kelompok 56 menginisiasi program bertajuk Besorsa alias Belajar Sore Bersama Anak-Anak. Kegiatan yang digelar rutin setiap sore di Balai Desa Trepan ini menjadi wadah belajar sekaligus bermain bagi anak-anak desa. Di sini, mahasiswa mendampingi mereka membaca, membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, hingga mengajak bermain sambil belajar melalui permainan edukatif. 

Lewat Besorsa mahasiswa turut membangun kedekatan dengan anak-anak Desa Trepan. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu menanamkan kebiasaan membaca sejak dini sekaligus merawat budaya literasi agar terus hidup meski masa pengabdian mahasiswa telah usai. 

Lomba dan Malam Puncak Sebagai Wujud Apresiasi Semangat literasi ini juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Pada 18–19 Juli 2026, Kelompok 56 menggelar Lomba Mewarnai untuk kategori PAUD dan TK. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Lomba Bercerita bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Trepan yang diselenggarakan pada 31 Juli 2026. Melalui perlombaan ini, anak-anak diajak melatih kemampuan membaca, memahami isi bacaan, sekaligus mengasah kepercayaan diri saat tampil bercerita di depan umum. 

Dokumentasi bersama warga desa Trepan di acara malam puncak

Seluruh rangkaian program literasi tersebut nantinya akan ditutup dengan malam puncak pada 2 Agustus 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah turut berpartisipasi selama program berlangsung.

Di luar program literasi, Kelompok 56 juga menaruh perhatian pada pengembangan identitas desa. Para mahasiswa menyusun Peta Potensi Desa Trepan yang merangkum berbagai potensi unggulan yang dimiliki desa. Peta ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan, sekaligus menjadi media promosi untuk memperkenalkan Desa Trepan kepada khalayak yang lebih luas. 

Peta potensi desa Trepan
Tak berhenti di situ, mahasiswa turut merancang logo baru bagi Desa Trepan sebagai identitas visual yang merepresentasikan karakter, sejarah, dan potensi lokal desa. Logo ini nantinya diharapkan mampu memperkuat citra Desa Trepan dan dapat digunakan dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun keperluan promosi desa ke depannya. 

Logo baru desa Trepan

Melalui rangkaian program yang telah dijalankan, mulai dari revitalisasi perpustakaan, mural, pelabelan buku, Besorsa, lomba literasi, hingga penyusunan peta potensi dan logo desa, MMD UB Kelompok 56 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Trepan. Kolaborasi antara Lembaga pendididkan dan masyarakat ini diharapkan mampu meninggalkan jejak yang berkelanjutan, tidak hanya dalam hal budaya literasi, tetapi juga dalam memperkuat identitas dan potensi desa untuk terus berkembang di masa mendatang.